Mengenal dan Mengatasi Potensi Bahaya di Perusahaan Manufaktur

Industri manufaktur merupakan sebagian besar dari beragam sektor ketenagakerjaan. Pekerjaan di Industri yaitu untuk menciptakan produk, dan alat-alat yang kita butuhkan sehari-hari. Di balik itu semua, sangat banyak bahaya ditempat kerja dalam bisnis manufaktur. Karyawan dituntut untuk bekerja di lini produksi dan sering mengoperasikan mesin berat.

Beberapa bahaya tempat kerja yang paling umum dibidang manufaktur mencakup :

  • Penggunaan alat-alat berat atau alat-alat tangan
  • Bahaya Kimia
  • Mengangkat atau mendorong benda berat
  • Jatuh atau tergelincir di lantai berminyak atau basah
  • Tidak menggunakan alat pelindung seperti sepatu safety
  • Kebisingan dari mesin keras

Perusahaan yang melakukan latihan keselamatan dan evaluasi tentang ketrampilan dalam bekerja juga memiliki program-program yang tepat dapat menghindari kecelakaan kerja. Manajer produksi harus menggunakan program pelatihan yang ditawarkan oleh Dinas Ketenagakerjaan. Program itu untuk membantu mencegah kecelakaan kerja, penyakit dan kematian. Walaupun program keselamatan sudah dilakukan, kecelakaan akan terjadi dari waktu ke waktu.

Beberapa alasan kalau karyawan bisa terluka :

  • Supervisi yang tidak memadai
  • Kurangnya program pelatihan
  • Karyawan kurang berpengalaman
  • Mesin tidak layak digunakan
  • Karyawan tergesa-gesa untuk memenuhi kuota produksi
  • Karyawan kurang informasi mengenai hak-hak mereka

Bila perusahaan sering meluangkan waktu untuk memberikan program pelatihan tentang keselamatan kerja dan praktik industri, tingkat kecelakaan mungkin saja berkurang. Karyawan juga perlu mengerti bagaimana menggunakan ketrampilan keselamatan sehingga mereka dapat menghindari bahaya yang mengakibatkan cedera ditempat kerja.

Perusahaan bukan hanya harus memiliki rambu-rambu keselamatan atau Safety Sign untuk mengingatkan karyawan dari bahaya pekerjaan mereka, namun mereka harus memperingatkan karyawan setiap hari. Manajer harus meluangkan waktu untuk melakukan latihan kemampuan dan melakukan pemanasan dengan para pekerja mereka untuk menghindari ketegangan otot.

Setidaknya beberapa kali dalam sebulan, manajer juga harus meninjau prosedur keselamatan. Selain itu, setiap bagian dari pabrik harus mengidentifikasi ancaman yang umum untuk pekerjaan mereka sebagai review mingguan. Ketika karyawan diinformasikan, mereka dapat mengerti bagaimana menggunakan ketrampilan keselamatan untuk menghindari kecelakaan saat bekerja. Bila karyawan mengerti bagaimana menggunakan alat dan mesin yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan benar, mereka dapat menghasilkan lebih banyak produk dengan aman dan optimal.

Kecelakaan juga bisa terjadi ditempat kerja ketika karyawan menjadi jenuh dengan pekerjaan mereka. Untuk meminimalisir rasa jenuh para pekerja, manajer dapat membuat kontes atau penghargaan untuk mereka yang memenuhi target produksi. Hal semacam ini bisa mendongkrak semangat karyawan untuk bekerja lebih semangat. Ketika karyawan bersemangat untuk memenuhi tujuan mereka dan dididik mengenai keselamatan pekerjaan mereka, sebuah perusahaan akan mencapai sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *