Tips Mencegah Berbagai Kecelakaan Kerja

Untuk mengendalikan suatu sistem diperlukan alat penujuk, alat pengendali, dan agar bahaya dapat diperkecil diperlukan juga alat pengaman. Dalam rangka mengendalikan suatu sistem, variabel penting yang mudah dikendalikan meliputi, suhu, tekanan, dan konsentrasi.

Untuk penunjuk faktor bahaya yang lain, seperti adanya kebocoran gas yang mudah terbakar, gas beracun, atau cairan yang mudah merusak, biasanya masih digunakan panca indera manusia. Kebocoran gas yang mudah terbakar atau berbahaya diketahui dari bau yang khas, atau dapat dipantau dengan menempatkan binatang percobaan seperti tikus, kelinci, dan lain-lainnya.

Alat pengendali sistem dalam industri berkait langsung dengan keselamatan kerja. Dengan adanya alat pengendali sistem, bahaya kebakaran, peledakan, dan keracunan dapat ditekan sampai batas yang sekecil-kecilnya. Walaupun demikian peran manusia sebagai pengendali masih tetap diperlukan terlebih untuk mengawasi sebagian faktor bahaya yang belum diketahui cara pengendaliannya seperti gas beracun atau gas mudah terbakar lainnya yang bocor dari reaktor.

Alat pengaman diperlukan agar kemungkinan timbulnya bahaya dapat diperkecil. Alat pengaman dapat dibagi menjadi dua kelompok, yakni pengaman alat berbahaya dan pengaman manusia yang melayani alat itu. Sistem produksi barang dan jasa dapat menyebabkan kondisi kritis yang membahayakan sehingga timbul malapetaka major accident dengan dampak yang luas dan sulit ditanggulangi.

Dikenal istilah 5 K akibat kecelakaan, yakni :

  1. Kerusakan dan kerugian materi.
  2. Kekacauan dan disorganisasi.
  3. Keluhan dan kesedihan.
  4. Kelainan dan cacat.
  5. Kematian

Bagaimana memastikan 5K ini tidak terjadi, berikut 7 tips saya untuk menghindarinya :

  1. Periksa dan hilangkan sebagian kondisi kerja yang tidak aman. Gunakan daftar periksa (checklist) untuk identifikasi masalah. Bila bahaya tidak bisa dihilangkan, berjaga-jagalah (misalnya dengan pagar pengaman) atau jika memang perlu gunakan perlengkapan pelindung seperti topi, kaca mata, helm, atau sepatu safety.
  2. Melalui seleksi, coba memilah/mengeluarkan karyawan yang mungkin mudah mendapatkan kecelakaan untuk pekerjaan yang sedang dalam penyelidikan.
  3. Buat suatu kebijakan keselamatan kerja yang menekankan kalau perusahaan akan melakukan usaha optimal untuk menekan angka kecelakaan kerja dan menekankan pentingnya mencegah kecelakaan dan cedera kerja pada perusanaan atau laboratorium.
  4. Tetapkanlah suatu tujuan yang terkendali/terkontrol yang tidak boleh gagal. Analisa jumlah kecelakaan kerja dan insiden keselamatan kerja, lalu tentukan target yang ingin diraih, misalnya dalam bentuk rasio kecelakaan kerja per jumlah karyawan atau tenaga kerja.
  5. Dorong dan latihlah karyawan agar sadar akan pentingnya keselamatan kerja, tunjukkan pada mereka kalau manajemen tingkat atas (top management) perusahaan dan supervisor miliki perhatian yang serius terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.
  6. Tegakkanlah ketentuan keselamatan kerja yang mendukung bebrapa usaha menekan angka kecelakaan dan cedera akibat kerja.
  7. Adakan pemeriksaan keselamatan dan kesehatan kerja secara teratur. Juga lakukan investigasi terhadap kecelakaan kerja dan yang nyaris menyebabkan kecelakaan kerja. Buat suatu sistem ditempat kerja itu yang memungkinkan karyawan dapat mengingatkan pihak manajemen mengenai adanya sebagian kondisi bahaya atau yang berpotensi menyebabkan bahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *