Tips Melindungi Keselamatan Kerja Karyawan

Bicara mengenai keselamatan kerja karyawan mau tidak mau membahas mengenai bagaimana melindungi keselamatan di lingkungan kerja, sebab keselamatan karyawan akan banyak dikaitkan bagaimana upaya perusahaan untuk melindungi karyawannya. Dalam beberapa kasus kecelakaan karyawan ternyata perusahaan pun ikut diusut oleh pihak berwenang.

Perusahaan yang memiliki tingkat kecelakaan tinggi pada lingkungan kerja. Berdampak negatif untuk perusahaan sendiri, salah satunya yaitu tidak direkomendasikan atas sertifikat ISO, mendapat penalty dari pemangku regulasi, dan masih banyak lagi.

Pekerjaan yang beresiko tinggi

Semua pekerjaan memiliki resiko dan ancaman masing-masing. Tetapi tingkat bahayanya berbeda-beda. Berikut ini yaitu jenis pekerjaan yang memiliki potensi kecelakaan besar dan ketika bekerja harus menggunakan perangkat keselamatan.

Pertambangan
Pertambangan merupakan pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan di luar ruangan, dan bersentuhan dengan mesin -mesin pertambangan yang semuanya dalam taraf besar.
Di areal tambang potensi bahaya dapat muncul setiap saat, oleh karena itu pegawai tambang harus mematuhi standard baku keselamatan dan ketentuan yang berlaku.

Tidak semua orang bisa memasuk lokasi tambang, karena memang berbahaya. Memasuk lokasi tambang harus mengenakan atribut keselamatan, misalnya helm pengaman, rompi berwarna menyala, sarung tangan, sepatu safety proyek dan untuk orang awam harus didamping petugas khusus.

Eksplorasi minyak lepas pantai
Bekerja di anjungan eksplorasi minyak lepas pantai/off shore juga memiliki potensi bahaya yang luar biasa hebat. Untuk bekerja di bidang hanya orang yang berkwalifikasi unggul. Durasi kerja di rig lebih panjang daripada kerja kantoran, yaitu 12 jam. Oleh karena itu orang yang bekerja di rig selain pintar juga memiliki fisik yang kuat, hati-hati dan cermat.

Standard keselamat kerja disini sangat tinggi. Setiap pegawai diperlengkapi pakaian dan sepatu safety anti api, helm Kevlar, rompi dan pelampung. Demikian juga dengan safety kit pendukung lain. Selain itu karyawan harus tahu bagaimana caranya pertolongan pertama pada kecelekaan kerja. Karena rig offshore berada ditengah samudera dan sangat jauh dari rumah sakit.

Pabrik
Kawasan pabrik juga merupakan tempat kerja yang potensial menimbulkan kecelakaan. Di lokasi pabrik terdapat rangkaian mesin-mesin besar yang dioperasikan oleh manusia. Selain itu ada pula cadangan bahan-bahan baku yang tidak semua aman terhadap manusia dan lingkungan. Oleh karena itu pihak perusahaan dan karyawan harus hati-hati mengoperasikan mesin-mesin industri.

Cara Menjaga Keselamatan kerja

Oleh karenanya, menjagakeselamatan kerja karyawan yaitu sebuah kemestian yang perlu ditempuh dan dipikirkan oleh perusahaan. Berikut ini prosedur baku melindungi keselamatan kerja di perusahaan.

Standard operational procedure
Perusahaan harus memiliki SOP (standard operational procedure) yang berkaitan dengan bagaimana melindungi keselamatan kerja karyawan. SOP ini menjadi dasar teknis sebagai panduan karyawan dalam melindungi keselamatan dirinya saat bekerja.

Simulasi
Perusahaan mengadakan simulasi yang diperagakan oleh karyawan sendiri sesuai dengan instruksi dari safety consultan atau dari Dinas Pemadam Kebakaran. Sebaiknya perusahaan mengerahkan semua karyawan untuk turut aktif dalam simulasi ini.

Dalam simulasi ini karyawan diajarkan bagaimana caranya mengatasi korban kecelakaan dengan benar. Selain itu diajari bagaimana caranya memadamkan api menggunakan alat-alat pemadam yang ada di lingkungan sekitar perusahaan, bila terjadi kebakaran. Simulasi ini sangat penting, apa apabila perusahaan bergerak dalam bagian eksplorasi minyak, perakitan mobil, kimia yang semua itu, memiliki potensi kecelakaan.

Safety kit
Saat ini setiap perusahaan harus memiliki safety kit yang lengkap. Melengkapi sebagian perangkat yang mendukung cara melindungi keselamatan kerja karyawan. Perangkat-perangkat ini berbentuk tabung pemadam kebakaran, sprinkle dan sensor api yang dipasang pada setiap lantai gedung bertingkat, tangga darurat, jalur evakuasi, perlengkapan medis PPPK, helm, jaket anti api dan masih banyak lagi. Selain itu perusahaan wajib memberikan jaminan asuransi kepada semua karyawan. Perusahaan menanggung premi asuransi untuk semua karyawan.

Evaluasi dan maintance
Walaupun pun sudah memilik semua perangkat pendukung keselamatan, tidak berarti manajemen dan karyawan tidak waspada dan aman dengan keadaan. Sebaiknya perusahaan mengadakan evaluasi berkala mengenai SOP yang dirancangnya. Evaluasi ini ditujukan untuk memperbaiki sistem keselamatan menjadi lebih baik lagi. Hingga tingkat kecelakaan kerja bisa ditekan sampai titik 0.

Tahap selanjutnya yaitu perawatan teratur sebagian perangkat penunjang keselamatan. Karena semua perangkat itu memiliki massa yang berbeda. Misalnya tabung gas, setahun sekali harus diperiksa kondisinya, dan isi apakah masih layak pakai. Lalu sensor api dan springkel pun harus di periksa dan diuji lagi kinerjanya.

Teguran
Ketika SOP sudah disosialisasikan kepada semua karyawan. Tetapi ketika menjumpai ada pegawai yang tidak memakai atribut-atribut keselamatan ketika kerja baiknya ditegur. Tidak segan-segan untuk memberi teguran dan punishment bila diperlukan, apabila terdapat karyawan yg tidak mematuhi SOP yang mengatur mengenai bagaimana melindungi keselamatan kerja karyawan.
Saling menyapa itu lebih baik, untuk kebaikan dan keselamatan bersama.

Perusahaan yang bergerak pada manufaktur mobil misalnya, semua mesin dan system sama-sama tersambungsi. Bila ada satu masalah atau kecelakaan fatal yang disebabkan keteledoran karyawan, semua system mesin/produksi akan terganggu bahkan juga berhenti. Pasti produksi terganggu, dan banyak waktu yang terbuang untuk melakukan perbaikan mesin yang rusak. Satu kecelakaan, menyebabkan kerugian massif yang perlu dijamin perusahaan.

Oleh karena itu ketika ada pegawai yang tidak mau memakai atribut keselamatan atau tidak menghiraukan SOP, bisa langsung diberi teguran dan penalty. Masalah keselamatan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Punishment
Bila karyawan sebelumnya telah di beri pengarahan mengenai wajib menggunakan perangkat keselematan kerja, namun ternyata tidak menghiraukan juga. Maka perusahaan bisa tidak memberikan fasilitas asuransi bila ternyata ada karyawan yang mengalami kecelakaan akibat kesalahan yang dibuatnya sendiri. Jadi semua biaya perawatan dan penyembuhan ditanggung sendiri oleh karyawan yang melanggar ketentuan. Atau dapat juga langsung di pecat bila terbukti lalai, dan membahayakan keselamatan orang lain dan properti perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *